Hidup yang Dibenarkan sebagai Dasar Teologi Pendidikan Agama Kristen: Analisis Pedagogis Titus 3:1-7
DOI:
https://doi.org/10.55967/manthano.v5i1.26Keywords:
Hidup yang dibenarkan, pendidikan agama Kristen, analisis pedagogis, titus 3: 1-7, Justified Life, Christian Religious Education, Pedagogical AnalysisAbstract
Abstract: In the world of Christian religious education, educators are often trapped in mere cognitive teaching and may not even emphasise the importance of ethical and moral life and behaviour as the fruit of a life justified by God. Therefore, educators and students need to have a theological basis that a life justified by God will result in real-life changes. In this modern era, not only unbelievers but also in the world of education. Believers experience a moral and spiritual crisis where truth is considered relative, where everything is considered true if it can please themselves or others. This study aims to comprehensively formulate the biblical foundation of a life that has been justified by God, as contained in Titus 3:1-5, which can be implemented in the world of Christian Religious Education. The research method used by the author is a literature review method by combining sources of reference books, journals and other documents in writing and explained through a hermeneutic system, by translating and interpreting, with source material based on biblical texts in order to find a clearer purpose of the text. Therefore, from this study it is concluded that: First, obey, submit and be ready to do good works. Second, live righteously before God. Third, experience a renewal of life in God. Fourth, the right to receive eternal life. What is new is research that focuses on the theological basis of living Christian Religious Education which is justified according to Titus 3: 1-7 and explained based on pedagogical analysis.
Abstrak: Dalam dunia pendidikan agama Kristen, sering kali pendidik terjebak pada pengajaran kognitif belaka dan kurang bahkan mungkin tidak menekankan pentingnya kehidupan dan perilaku secara etis dan moral sebagai buah dari hidup yang dibenarkan oleh Allah. Sehingga, penting bagi pendidik dan peserta didik memiliki dasar teologis bahwa hidup yang dibenarkan Allah akan menghasilkan perubahan hidup yang nyata. Pada zaman modern ini bukan hanya orang yang tidak percaya tetapi juga dalam dunia Pendidikan. Orang percaya mengalami krisis moral dan spiritual di mana kebenaran dianggap relatif, di mana segala sesuatu dianggap benar jika itu dapat menyenangkan diri sendiri atau orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan secara komprehensif landasan biblikal hidup yang sudah dibenarkan Allah yang terdapat dalam Titus 3:1-5 yang dapat diimplementasikan dalam dunia Pendidikan Agama Kristen. Metode penelitian yang penulis gunakan ialah metode kajian pustaka dengan menggunakan cara menggabungkan sumber-sumber buku referensi, jurnal dan dokumen lainnya secara tertulis serta dijelaskan melalui sistem hermenautika, dengan cara menterjemahkan, menafsirkan, dengan sumber bahannya berdasarkan teks alkitab agar dapat menemukan tujuan teks yang lebih jelas. Maka, dari penelitian ini disimpulkan bahwa: Pertama, taat, tunduk dan siap melakukan pekerjaan baik. Kedua, hidup benar di hadapan Tuhan. Ketiga, mengalami pembaharuan hidup di dalam Tuhan. Keempat, berhak menerima hidup kekal. Yang menjadi kebaharuan adalah penelitian yang memfokuskan kepada dasar teologis Pendidikan Agama Kristen hidup yang dibenarkan menurut Titus 3: 1-7 dan dijelaskan berdasarkan analisis pedagogis.
References
Aprilyada, G., Zidan, M. A., Nurlia, N., Ainunisa, R. A., & Widi, W. W. (2023). Peran kajian pustaka dalam penelitian tindakan kelas. Jurnal Kreativitas Mahasiswa, 1(2), 165–173.
Barnes Albert. (1900). Notes on the Old and New Testaments. Harper and Brother.
Boehlke, R. R. (1994). Sejarah perkembangan pikiran dan praktek Pendidikan Agama Kristen: dari Plato sampai Ig. Loyola. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Calvin, J. (1856). Commentaries on the Episteles to Timothy, titus, and Philemon. Calvin Translation Society.
Eerdmans, W. B. (n.d.). Exegetical Dictionary Of New Testamen. Publishing Company Pc Study Bible.
Gerhard Kittel (Hrsg.),(hrsg.) Geoffrey William, Bromiey, and (Hrsg) Gerhard, Friedrich.Electonic Ed. Grand Rapids, M. (2023). Theological Dictionary of the New Testament. PC Study Bible.
Hendry, M. (2016). PC Study Aplikasi: Matthew Henry Commentary. Aplikasi AlkiPEDIA.
Hiryanto, H. (2017). Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi Serta implikasinya dalam pemberdayaan masyarakat. Dinamika Pendidikan, 22(1), 65–71.
James Strong’s. (2023). Exhaustive Concordance Of the Bible. PC Study Bible.
Jonch, A. C. (2024). Dua Belas Langkah Menafsirkan Alkitab secara Utuh dan Menyeluruh. PT Mafy Media Literasi Indonesia.
Joseph Henry Tayer. (2023a). Geerk New Lexicon (6). PC Study Bible.
Joseph Henry Tayer. (2023b). Greek New Lexicon (6). PC Study Bible.
Joseph Henry Tayer. (2023c). interlinier. PC Study Bible Formatted Electronic Database.
Matthew Henry. (2023). Matthew Henry Commentary. PC Study Bible Formatted Electronic Database.
Naupal, N. (2014). Klaim Kebenaran Teologi dan Tuntutan Zaman: Refleksi Kritis atas Etika Beragama. Kalam, 8(2), 255–280.
Ngesthi, Y. S. E., Arifianto, Y. A., & Indriana, N. (2024). Membumikan Nilai dan Etika Politik Kristen dalam Teologi Titus 3:1-7 Bagi Politikus Kristen Masa Kini. Immanuel: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 5(2), 156–174. https://doi.org/10.46305/im.v5i2.323
Nuhumara, D. (2007). Pembimbing PAK. Bandung: IKAPI.
Panjaitan, Y. K. (2022). Studi Eksegesis Ulangan 6: 4-9 Bagi Pendidikan Anak. Skenoo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 80–88.
Panjang, R. P., & Suek, D. D. (2024). Kelahiran kembali menurut kitab titus 3: 5-7 dalam pertumbuhan karakter mahasiswa stt ekumene. REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1), 99–111.
Purba, D. (2024). Tugas Pemberitaan Ajaran yang Sehat Berdasarkan Titus 2-3. 5(2), 120–133.
Raumbani, D. K., & Moimau, A. L. (2024). Kebangkitan Kristus Terhadap Dosa Membawa Anugerah Dalam Kehidupan Manusia Berdosa Roma 6: 10-11. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama Dan Filsafat, 2(3), 53–62.
Rusmanto, A., & Saptono, Y. J. (2022). Teologi Paulus tentang pengharapan hidup kekal dalam Surat Titus. Jurnal EFATA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 9(1), 33–43.
Saragih, F. A. P. (2024). Tinjauan Teologis Terhadap Doktrin Soteriologi Hyper Grace. Missio Ecclesiae, 13(1), 13–23.
Sembiring, R., Ginting, B., Hutauruk, T., & Manik, R. (2025). Dampak Pemahaman Tentang Kasih Karunia Berdasarkan Roma 5: 1-11 Terhadap Perilaku Hidup Orang Percaya. Paramathetes: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 3(2), 65–79.
Silaen, R. T. (2024). Penerapan Nilai-Nilai Etika Dan Moral Dalam Konteks Cara Hidup Orang Kristen Berdasarkan 1 Petrus 2:11-12. Manna Rafflesia, 10(2), 309–321. https://doi.org/10.38091/man_raf.v10i2.386
Simanjuntak, F. (2019). Kajian teologis terhadap ajaran hyper-grace Joseph Prince. DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 2(1), 1–11.
Sulastio, H. (2020). Keselamatan karena kasih karunia menurut Efesus 2: 1-10. Jurnal Antusias, 6(1), 62–75.
Vine, W, E ; Bruce, F, F. (2023). Expository Dictionary of Old and New Testament.Old Tappan NJ. Pc Study Bible Formatted Electronic Database.
Vine, W.E. ; Bruce, F. . (2023). Vine’s Expository Dictionary of Old and New Testament. PC Study Bible Formatted Electronic Database.



