Merdeka Belajar dan Teologi Pembebasan: Analisis Komparatif atas Nilai-nilai dan Praktiknya dalam Pendidikan Tinggi Teologi
DOI:
https://doi.org/10.55967/manthano.v4i2.29Keywords:
merdeka belajar, pendidikan teologi, teologi pembebasanAbstract
This study analyzes the integration between Freedom of Learning and Liberation Theology in the context of Theological Higher Education in Indonesia. In the midst of complex social, political, and economic challenges, Theological Higher Education is required to be more responsive to the needs of the community. Freedom of Learning offers a new paradigm that emphasizes curriculum flexibility and student autonomy, while Liberation Theology focuses on social justice and liberation from oppression. This study aims to evaluate the potential integration of these two approaches in curriculum design and learning practices, as well as identify challenges that may arise. The research method used is qualitative with comparative analysis design, which involves the analysis of policy documents, curriculum, and academic literature. The findings suggest that this integration can create a more inclusive, critical, and transformative theological education. Students are empowered to take an active role in learning through social projects and participatory learning. However, the challenges of resistance to change and resource constraints must be overcome to achieve successful integration. This research is expected to contribute to the development of Theological Higher Education curriculum that is more relevant and responsive to social dynamics.
Abstrak
Penelitian ini menganalisis integrasi antara merdeka belajar dan teologi pembebasan dalam konteks Pendidikan Tinggi Teologi di Indonesia. Di tengah tantangan sosial, politik, dan ekonomi yang kompleks, Pendidikan Tinggi Teologi dituntut untuk menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Merdeka belajar menawarkan paradigma baru yang menekankan fleksibilitas kurikulum dan otonomi mahasiswa, sementara teologi pembebasan berfokus pada keadilan sosial dan pembebasan dari penindasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi integrasi kedua pendekatan ini dalam desain kurikulum dan praktik pembelajaran, serta mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain analisis komparatif, yang melibatkan analisis dokumen kebijakan, kurikulum, dan literatur akademik. Temuan menunjukkan bahwa integrasi ini dapat menciptakan pendidikan teologi yang lebih inklusif, kritis, dan transformatif. Mahasiswa diberdayakan untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran melalui proyek sosial dan pembelajaran partisipatif. Namun, tantangan resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya harus diatasi untuk mencapai keberhasilan integrasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan kurikulum Pendidikan Tinggi Teologi yang lebih relevan dan responsif terhadap dinamika sosial.
References
Asmarani, N. N. (2018). Pendidikan Filsafat Dan Sumbangannya Bagi Pendidikan Indonesia. Evaluasi Dan Pengamatan Pendidikan Filsafat, 1(1), 20.
Atika Cahya Fajriyati Nahdiyah, Sigit Prasetyo, Nidya Ferry Wulandari, & Ach Chairy. (2023). Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) Dalam Pandangan Filsafat Pendidikan Humanisme. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(2), 143–151. https://doi.org/10.23887/jfi.v6i2.56092
Azhari M, A. N. (2021). Pendidikan Humanis (Studi Komparasi Pemikiran Paulo Freire dan Abdurrahman Mas’ud). Dirasah: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Dasar Islam, 4(2), 216.
Bisri, A. M., Muid, A., & Khamim, N. (2023). Hambatan Utama Implementasi Merdeka Belajar pada Perguruan Tinggi Swasta. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 6(2), 409–416. https://doi.org/10.54069/attadrib.v6i2.629
Cardoso1, N. G., Wahini, N. M. P., & Toha, L. I. (2024). Konsep Merdeka Belajar Ditinjau Dari Filsafat Pendidikan Paulo Freire. Jurnal Filsafat Indonesia, 7(2), 238–247. https://doi.org/10.23887/jfi.v7i2.63082
Freire, P. (n.d.). PEDAGOGY of the OPPRESSED.
Freire, P. (2021). Education for Critical Consciousness. In Education for Critical Consciousness (pp. 1–145). https://doi.org/10.5040/9781350190184
Gidion. (2021). Kecakapan Lulusan Program Studi Teologi yang Menjawab Kebutuhan Gereja. Sanctum Domine: Jurnal Teologi, 10(2), 89–98. https://doi.org/10.46495/sdjt.v10i2.98
Gidion, G. (2020). Kecakapan Lulusan Pendidikan Tinggi Teologi Menghadapi Kebutuhan Pelayanan Gereja dan Dunia Pendidikan Kristen. Kurios, 6(1), 73. https://doi.org/10.30995/kur.v6i1.144
Haida, S. K., & Rifameutia, T. (2023). Tinjauan Filosofis Terhadap Magang Dalam Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Di Perguruan Tinggi X. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 16(1). https://doi.org/10.24832/jpkp.v16i1.779
Hendri, L., Zakaria, Z., & Urbanus, U. (2023). Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam Lingkup Sekolah Tinggi Teologi di Indonesia. Sabda: Jurnal Teologi Kristen, 4(1), 84–97. https://doi.org/10.55097/sabda.v4i1.81
Mali, M. (2016). Gutierréz Dan Teologi Pembebasan. Orientasi Baru, Vol. 25, N(Teologi), 32.
Martini, N. M. (2021). Adaptasi Dan Peran Dosen Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pada Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dosen Merdeka. https://www.academia.edu/download/68766203/PDF..._DOSEN_MERDEKA.pdf#page=54
Mones, A. Y., Masitoh, S., & Nursalim, M. (2022). Merdeka Belajar : Sebuah Legitimasi Terhadap Kebebasan Dan Transformasi Pendidikan (Sebuah Tinjauan Pedagogi Kritis Menurut Paulo Freire). JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan, 8(2), 302. https://doi.org/10.24235/jy.v8i2.11599
Panjaitan, F. (2021). The Church’s Contextual Mission to Poverty Problems in Indonesia. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 5(2), 153. https://doi.org/10.46445/ejti.v5i2.376
Panjaitan, F., & Lumingkewas, M. S. (2019). Keadilan Dalam Hukum Lex Talionis: Tafsir Terhadap Keluaran 21:22-25. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen, 1(2), 73–84. https://doi.org/10.36270/pengarah.v1i2.13
Pokhrel, S. (2024). Tinjauan Pendidikan Pembebasan Paulo Freire terhadap Penerapan Konsep Merdeka Belajar di Komunitas Qaryah Thayyibah Salatiga. Αγαη, 15(1), 37–48.
Prasisko, Y. G. (2019). Demokrasi Indonesia Dalam Masyarakat Multikultural. WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai Dan Pembangunan Karakter, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.21776/ub.waskita.2019.003.01.1
Purba, P., & Bermuli, J. E. (2022). Konsep Merdeka Belajar Dalam Kurikulum Pendidikan Kristen Untuk Mendukung Proses Pembelajaran Digital. BONAFIDE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 3(1), 79–99. https://doi.org/10.46558/bonafide.v3i1.83
Sari, I. N. (2021). Memerdekakan Dosen Melalui Peningkatan Peran Dalam Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dosen Merdeka. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=geg_EAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA117&dq=merdeka+belajar+kampus+merdeka&ots=5l_LGqmnk0&sig=8QccHpmVoNm5zp3Mc2FyC63PlpQ%0Ahttps://repository.stkipjb.ac.id/index.php/lecturer/article/download/2070/1716
Silalahi, H., Widiastuti, M., Sari, A. N. P., & Nababan, D. (2021). Desain Pengembangan Kurikulum Prodi Teologi dalam Upaya Menghasilkan Lulusan Berdasarkan Kebutuhan Jemaat. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(12), 6168. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i12.5044
Tanhidy, J. (2023). Quo Vadis Lulusan Sekolah Tinggi Teologi Di Indonesia Era Merdeka Belajar: Perspektif Etis-Teologis. Proceeding National Conference of Christian Education and Theology, 1(1), 82. https://doi.org/10.46445/nccet.v1i1.698
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wesli Irma Desniati Bella, Firman Panjaitan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



