Panggilan Gereja di Era Digital: Menjawab Kebutuhan Jemaat dengan Pendekatan Kurikulum Maria Harris
DOI:
https://doi.org/10.55967/manthano.v4i2.32Keywords:
Gereja di Era digital, Kurikulum, Maria HarrisAbstract
This study examines the relevance and implementation of Maria Harris's curriculum as a church's response to the challenges of ministry in the digital age. Maria Harris's curriculum, which focuses on five dimensions—didaskē (teaching), leitourgia (liturgy), koinonia (fellowship), kerygma (proclamation), and diakonia (service)—is considered relevant for holistically shaping the character, faith, and spirituality of the congregation. Using a qualitative approach with a literature study method, this article analyzes existing literature regarding the application of these five curriculum dimensions in digital contexts, such as online worship, digital biblical classes, and social media-based ministry platforms. The research findings indicate that integrating digital technology with the dimensions of the Maria Harris curriculum can significantly enhance the church's effectiveness in meeting the spiritual and existential needs of modern congregations. This article contributes to the theoretical and practical understanding of the church's adaptation in the digital age through a structured curriculum framework.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji relevansi dan implementasi kurikulum Maria Harris sebagai respons gereja terhadap tantangan pelayanan di era digital. Kurikulum Maria Harris, yang berfokus pada lima dimensi—didaskē (pengajaran), leitourgia (liturgi), koinonia (persekutuan), kerygma (pewartaan), dan diakonia (pelayanan)—dipandang relevan untuk membentuk karakter, iman, dan spiritualitas jemaat secara holistik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, artikel ini menganalisis literatur terkait penerapan kelima dimensi kurikulum tersebut dalam konteks digital, seperti ibadah daring, kelas biblika, dan platform pelayanan berbasis media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dengan dimensi kurikulum Maria Harris dapat secara signifikan meningkatkan efektivitas gereja dalam memenuhi kebutuhan rohani dan eksistensial jemaat modern. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman teoretis dan praktis mengenai adaptasi gereja di era digital melalui kerangka kurikulum yang terstruktur.
References
Dei Hattu, J. V. (2019). Keterkaitan Pendidikan Kristiani di Sekolah dan Gereja. Ndonesian Journal of Theology, Vol 17(1), 25-45.
Garang, J., Sairin, W., & Dumartheray, R. (1993). Teologi perjumpaan: buku kenangan 72 tahun Roland Dumartheray. Badan Penelitian dan Pengembangan, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia.
Harris, M. (1989). Fashion me a people: Curriculum in the church. Westminster John Knox Press.
Harris, M. (1991). Teaching and religious imagination: An essay in the theology of teaching.
Hia, L. J. (2023). Strategi Pelayanan Misi Gereja Di Era Digital Dan Integrasi Terhadap Generasi Zillenial. Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja, 3(2), 187–198.
Inriani, E. (2021). Strategi Gereja Memaksimalkan Tri Panggilan Gereja Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Teologi Pambelum, 1(1), 96–113.
Kristianto, P. E. (2021). Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kristiani untuk Anak Usia Dini di Sekolah Pelangi Kasih dalam Konteks Multikultural. STT Amanat Agung.
Nugroho, F. J. (2019). Gereja Dan Kemiskinan: Diskursus Peran Gereja Di Tengah Kemiskinan. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 3(1), 100. https://doi.org/10.46445/ejti.v3i1.128
Oci, M. (2019). Implikasi Misiologi Dalam Pengembangan Kurikulum Agama Kristen Di Gereja Lokal. FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, Vol 2(1), 84–102.
Sahari, G. (2021). Tinjauan Teologis Tentang Gereja Dan Pertumbuhannya Berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul. Jurnal Luxnos, 4(1), 19–52. https://doi.org/10.47304/jl.v4i1.122
Siahaan, H. E. R. (2018). Aktualisasi Pelayanan Karunia di Era Digital. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 1(1), 23. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v1i1.7
Silitonga, P. (2022). Teknologi dan Tugas Panggilan Gereja:(Sebuah Analisis Teoritis-Pemanfaatan Teknologi dalam Merealisasikan Tugas Panggilan Gereja. Jurnal Diakonia, 2(1), 32–41.
Simanjuntak, J. M. (2018). Belajar sebagai identitas dan tugas Gereja. Jurnal Jaffray, Vol 16(1), 1–24.
Stevani, Ginoga, I., Wayongkere, S., Dengo, F., & Supit, M. (2025). Pengembangan Kurikulum Anak Sekolah Minggu di Jemaat GMIBM Pniel Tumobui Menurut Teori Maria Harris. MATA GURU: Jurnal Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, Vol 1(2), 17-36.
Sulistyo, E., Tafonao, T., & Waruwu, S. (2024). Memahami Peran Generasi Dalam Tonggak Kepemimpinan: Menavigasi Tantangan Dan Peluang Gereja Di Era Digital Sebagai Bagian Dari Relevansi Pelayanan. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 87–105.
Telaumbanua, Iman Setia, L. R., & Hutahaean., H. (2022). Penerapan Kurikulum Pendidikan Agama Kristen Sekolah Minggu Dengan Menggunakan Teori Maria Harris. Jurnal Shanan, Vol 6(2), 241–258.
Wekke, I. S. (2019). Metode Penelitian Ekonomi Syariah. In Gawe Buku (Issue December 2019).
Yanti. (2024a). Implementasi Panggilan Gereja Menurut Teori Maria Harris dalam Kurikulum PPGT Jemaat Ebenhaeser Palopo. Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja, .
Yanti, Y. (2024b). Implementasi Panggilan Gereja Menurut Teori Maria Harris dalam Kurikulum PPGT Jemaat Ebenhaeser Palopo. Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bina Monika Siringo Ringo, Essuy K. A Pit’ay, Dyoys Anneke Rantung, Stepanus Daniel (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



