Kontribusi Guru Kristen dalam Membentuk Pemikiran Kritis Siswa di Era Digital

Authors

  • Safatulus Giawa Sekolah Tinggi Teologi Anugerah Misi Nias Barat, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.55967/manthano.v3i2.43

Keywords:

Kontribusi guru, era digital, pemikiran kritis siswa

Abstract

Abstract

Today, society is inseparable from the digital world, where everyone gathers and is not limited by space, time, or place; as long as they are connected to the internet, they can interact and share information. Due to that culture, society uses the information obtained from social media as a moral foundation and a guide for behavior, in contrast not all information is beneficial for certain communities because it is hindered by different contexts and needs. It is often found that information on the internet must be filtered before it can be used as a guideline for life. This filtering process requires critical thinking to analyze and assess the merits and drawbacks of information, determining whether it aligns with one's needs or not. Therefore, this research is conducted to formulate the contributions of teachers in training the community to think critically through the world of education, where teachers act as educational agents. This research uses a qualitative research method based on a literature review by examining various literatures and then presenting the findings descriptively as the result of the study. This research found that critical thinking in the digital era is essential and is part of the complexity of the tasks faced by Christian education teachers. To foster students' critical thinking, teachers must understand the role of reason as noted in the Bible, then develop philosophy and theology in learning, guide students to think critically, serve as models of critical thinking, and train students to have moral sensitivity as a form of Christian spirituality in the digital age.

Abstrak

Masyarakat saat ini tidak terlepas dunia digital dimana setiap individu berkumpul dan tidak dibatasi oleh ruang, waktu, dan tempat tetapi cukup terhubung ke jaringan internet mampu berinteraksi dan berbagi informasi. Oleh karena budaya tersebut, masyarakat menjadikan informasi yang didapatkan di sosial media sebagai landasan bermoral dan berperilaku, sementara tidak semua informasi bermanfaat bagi masyarakat tertentu karena dihalangi oleh konteks dan kebutuhan yang berbeda-beda. Kerap ditemukan bahwa informasi di internet harus difilter terlebih dahulu sebelum dijadikan pedoman hidup. Proses filter tersebut memerlukan pemikiran kritis untuk mengkaji serta menilai baik dan buruknya sebuah informasi, sesuai atau tidak sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk merumuskan kontribusi guru dalam melatih masyarakat berpikir kritis melalui dunia pendidikan dimana guru sebagai pelaku pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi literatur dengan mengkaji berbagai literatur kemudian menuangkan secara deskriptif sebagai hasil penelitian. Penelitian ini menemukan hasil bahwa pemikiran kritis di era digital sangat diperlukan dan merupakan bagian dari kompleksitas tugas guru pendidikan agama Kristen. Untuk membentuk pemikiran kritis siswa, guru harus memahami peran akal budi sebagaimana dicatat oleh Alkitab, kemudian mengembangkan filsafat dan teologi dalam pembelajaran, membimbing siswa berpikir kritis, guru menjadi model berpikir kritis serta melatih siswa memiliki sensivitas moral sebagai bentuk spritualitas kristen di era digital.

References

Adryanti Parisma, Marsela Novin Palimbong, Berta Bura, Agnes Arung Bone, M. L. B. (2023). Profesionalitas dan Kreativitas Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Membendung Dekadensi Moral di Era Society 50. Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(4), 644–656.

Agnafia, D. N. (2019). Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran Biologi. Florea: Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya, 6(1), 1–4. https://doi.org/10.1007/s11273-020-09706-3%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jweia.2017.09.008%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.energy.2020.117919%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.coldregions.2020.103116%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jweia.2010.12.004%0Ahttp://dx.doi.o

Agoestanto, A., Sukestiyarno, Y. L., & Permanawati, F. I. (2019). Kemampuan Menganalisis Argumen dalam Berpikir Kritis Ditinjau dari Rasa Ingin Tahu. Prisma, 2, 337–342.

Agus, S., & Pujiono, A. (2023). Implementasi Strategi Pembelajaran Tuhan Yesus berbasis Masalah dalam Pendidikan Agama Kristen di Gereja. MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen, 2(2), 74–84. https://doi.org/10.55967/manthano.v2i2.34

Andi Sadriani, M. Ridwan Said Ahmad, & Ibrahim Arifin. (2023). Peran Guru Dalam Perkembangan Teknologi Pendidikan di Era Digital. Seminar Nasional Dies Natalis 62, 1, 32–37. https://doi.org/10.59562/semnasdies.v1i1.431

Andrian, T. (2024). Peran Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Nilai Moral Remaja Masa Kini. Inculco Journal of Christian Education, 4(1), 107–122. https://doi.org/10.59404/ijce.v4i1.188

Anita, T., & Nugraha, F. W. (2022). Sosialisasi Pembelajaran Berbasis Digital pada Masyarakat. Darma Cendekia, 1(1), 23–29. https://doi.org/10.60012/dc.v1i1.5

Apdillah, D., Deri, A., Wijaya, C. R., & Sitorus, M. A. P. (2022). Perilaku Masyarakat Dalam Menggunakan Media Digital Di Masa Pandemi. Jurnal Riset Pendidikan Dan Pengajaran, 1(2), 110–120. https://doi.org/10.55047/jrpp.v1i2.216

Aritonang, O. T. (2012). Harapan Masyarakat Dan Tantangan Dalam Pendidikan. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 15(1), 108–119. https://doi.org/10.24252/lp.2012v15n1a9

Belay, Y., Hermanto, Y. P., & Rivosa, R. (2021). Spiritualitas Alkitabiah Sebagai Hakikat Kepemimpinan Kristen Masa Kini. Jurnal Fidei, 4(2), 183–205.

Bilo, D. T. (2020). Korelasi Landasan Teologi dan Filosofis dalam Pengembangan Prinsip dan Praksis Pendidikan Agama Kristen. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 3(1), 1–23.

Boiliu, H. F. S. F. I. W. N. I. (2021). Studi Analek Konfusius Tentang Allah berdasarkan Konsep Wahyu Umum. Apostolos: Journal of Theology and Christian Education, 1(2), 93–102.

Debora, K., & Han, C. (2020). Pentingnya Peranan Guru Kristen dalam Membentuk Karakter Siswa Dalam Pendidikan Kristen : Sebuah Kajian Etika Kristen. Diligentia: Journal of Theologi and Christian Education, 2(1), 1–14.

Deby Valentina Br. Silalahi. (2016). IMPLEMENTASI KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ERA DIGITAL. Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 2(4), 1–23.

Dicky Apdillah, Erwin Syaputra, Rusti Br Zebua, Muhammad Idham, I. A. (2023). Teknologi Digital di dalam Kehidupan Masyarakat. Nusantara Hasana Journal, 1(12), 90–95.

Eliza, D., Sriandila, R., Fitri, D. A. N., & Yenti, S. (2022). Membangun Guru yang Profesional melalui Pengembangan Profesionalisme Guru dalam Penerapan Profesinya. Jurnal Basicedu, 6(3), 5362–5369. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2878

Fristadi, R., & Bharata, H. (2015). Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dengan Problem Based Learning. Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika UNY 2015, 597–602.

Gule, Y. (2021). Pentingnya Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Belajar Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen Dan Musik Gereja, 5(1), 89–104. https://doi.org/10.37368/ja.v5i1.183

Hariyanto, Susanti, P. A., Hadjaat, M., Wasil, M., & Susilawati, A. D. (2023). Meningkatkan Literasi Teknologi di Masyarakat Pedesaan Melalui Pelatihan Digital. Jurnal Abdimas Peradaban, 4(2), 12–21. https://doi.org/10.54783/ap.v4i2.24

Huldayanti, K. W. (2022). Hubungan Pendidikan Agama Kristen Dan Ilmu Humaniora Ditinjau Dari Perspektif Sejarah Pendidikan Agama Kristen. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(6), 7292–7310.

Jaenudin, U., & Tahrir. (2019). Studi Religiusitas, Budaya Sunda, dan Perilaku Moral pada Masyarakat Kabupaten Bandung. Jurnal Psikologi Islam Dan Budaya, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.15575/jpib.v2i1.3445

Lusita, S. F., & Hasanah, N. (2023). Pendidikan Matematika: Urgensi Kemampuan Berpikir Kritis Dan Karakter Mandiri. DIKMAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 04(01), 1–4.

Mawar Y Silalahi, Amelia Vega Pakpahan, H. T. (2021). Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Kristen. International Journal of Cross Knowledge, 1(2), 168–175. https://doi.org/10.37251/jpaii.v2i1.588

Mince, L., Manuain, M., Alexander, F., & Bombongan, M. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Sejarah Pendidikan Agama Kristen. Ciencias: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 1(1), 1–12. http://ejournal.upg45ntt.ac.id/ciencias/article/view/9%0Ahttps://ejournal.upg45ntt.ac.id/index.php/ciencias/article/download/9/2

Ngongo, V. L., Hidayat, T., & Wijayanto. (2019). Pendidikan di Era Digital. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas PGRI Palembang, 2, 999–1015. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/3093

Nikolaos, Y. A. A. (2023). Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Pendidikan sebagai Upaya Peningkatan Karakter Naradidik. MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen, 2(1), 42–52. https://doi.org/10.55967/manthano.v2i1.26

Nuraini, N. (2017). Profil Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Calon Guru Biologi sebagai Upaya Mempersiapkan Generasi Abad 21. Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi, 1(2), 89–96. https://jurnal.um-palembang.ac.id/dikbio/article/view/676

Pantan, F. (2023). Chatgpt Dan Artificial Intelligence: Kekacauan Atau Kebangunan Bagi Pendidikan Agama Kristen Di Era Postmodern. Diegesis : Jurnal Teologi, 8(1), 108–120. https://doi.org/10.46933/dgs.vol8i1108-120

Pazmino, R. W. (2013). Fondasi Pendidikan Kristen. BPK Gunung Mulia.

Prasetyaningrum, G., Finda Nurmayanti, & Fallya Azahra. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Etika Sistem Informasi: Moral, Isu Sosial Dan Etika Masyarakat (Literature Review Sim). Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3(2), 520–529. https://doi.org/10.38035/jmpis.v3i2.1115

Ritonga, N., Mone, J. L. T., Yunip, M., & Zega, Y. K. (2021). Implementasi Metode Problem Solving dalam Meningkatkan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di Sekolah. Jurnal Shanan, 5(1), 29–42. https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/1313

Salewa, W. (2022). Studi Biblika Kontekstual Dalam Kehidupan Iman Kristen Di Era Disrupsi. ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Studi Agama, 4(1), 41–58. https://doi.org/10.37429/arumbae.v4i1.795

Sanjaya, N. M. W. S. (2018). Pengaruh Metode Problem Solving dan Gaya Kognitif terhadap Kemampuan Analisis Siswa. Indonesian Journal Of Economics Education, 1(1), 65–72. https://doi.org/10.17509/jurnal

Sapan, A., Rusdi, M., Yusri Rizki, M., Chayatun Machsunah, Y., Zahruddin, A., & Mitra Purba, P. (2023). Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Meminimalisir Pengaruh Negatif Teknologi Era Digital. Jurnal on Education, 06(01), 3162–3167.

Sholihah, D. A., Shanti, W. N., & Ata, U. A. (2017). Diposisi Berpikir Kritis Matematis Dalam Pembelajaran Menggunakan Metode Socrates. Jurnal Karya Pendidikan Matematika, 4, 1–9.

Sidabutar, H. (2020). Filsafat Ilmu Pendidikan Agama Kristen dan Praksisnya bagi Agama Kristen Masa Kini. PEADA’: Jurnal Pendidikan Kristen, 1(2), 85–101. https://doi.org/10.34307/peada.v1i2.20

Sidabutar, H., & Munthe, H. P. (2022). Artificial Intelligence dan Implikasinya Terhadap Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Manajemen Pendidikan Kristen, 2(2), 76–90.

Silalahi, R. & P. J. (2020). Hubungan Mengasihi Tuhan Berdasarkan Injil Matius 12:30-31 Dengan Perilaku Remaja Di Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (Gspdi) Filadelfia Titipapan Medan 2018. PROVIDENSI: Jurnal Pendidikan Dan Teologi, 3(1), 137.

Stevanus, K. (2021). Relasi Akal Budi dan Iman dalam Apologetika dan Pewartaan Injil. Dunamis: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 6(1), 87–105. https://doi.org/10.30648/dun.v6i1.442

Sugiarto, I., Hasnah, S., Annas, A. N., Sundari, S., & Dhaniswara, E. (2023). Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Artificial Intelligences (AI) Pada Sekolah Kedinasan Di Era Revolusi Industri 4.0 Dan Society 5.O. Journal Of Social Science Research, 3(5), 10546–10555.

Syafitri, E., Armanto, D., & Rahmadani, E. (2021). Aksiologi Kemampuan Berpikir Kritis. Journal of Science and Social Research, 4(3), 320. https://doi.org/10.54314/jssr.v4i3.682

Tafonao, T., Gulo, Y., Situmeang, T. M., & Ditakristi, A. H. V. (2022). Tantangan Pendidikan Agama Kristen dalam Menanamkan Nilai-Nilai Kristen pada Anak Usia Dini di Era Teknologi. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4847–4859. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2645

Tanhidy, J. (2014). Makna Makan Dalam Perspektif Alkitab : Suatu Refleksi Bagi Pelaku. Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 1, 121–130.

Utari, S. E. Y. A. A. R. (2020). Peran Filsafat Pendidikan Agama Kristen dalam Meningkatkan Potensi Manusia. Sabda : Jurnal Teologi Kristen, 1(November), 33–47.

Zaluchu, S. E. (2021). Metode Penelitian di dalam Manuskrip Jurnal Ilmiah Keagamaan. Jurnal Teologi Berita Hidup, 3(2), 249–266.

Published

2024-09-17

Issue

Section

Articles

How to Cite

Kontribusi Guru Kristen dalam Membentuk Pemikiran Kritis Siswa di Era Digital. (2024). Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen, 3(2), 100-114. https://doi.org/10.55967/manthano.v3i2.43