Pola Asuh Single Mother terhadap Pembentukan Moral Remaja Usia 14-17 Tahun dalam Masyarakat di Keluarahan Botang
DOI:
https://doi.org/10.55967/manthano.v3i1.48Keywords:
pola asuh, single mother, moral, remajaAbstract
Abstract
Single Parents will certainly not be easy in carrying out multiple roles, especially in teaching morals to teenagers. Many ways are done to from good morals starting from parenting that is applied in everyday life so that teenagers can understand what is good and what is bad. The purpose of this study is to find out how single mother parenting affects the moral formation of adolescents aged 14-17 years which will later provide benefits for Christian families to pay attention to parenting patterns in shaping adolescent morals. This study uses a qualitative descriptive method and collection uses the method of observation, interviews and literature study. Then present the data, analyze the data by reducing data and conclude the research results. The research location is in Botang, Village, Makale District, South Sulawesi using three single mother informants and three teenage informants. The results of the study indicate that the parenting style applied by single mothers to adolescents in the Botang sub-district is a strict, disciplined parenting pattern which is included in authoritarian parenting and an independent and non-restrictive parenting styleincluded in democtratic parenting. The result of this upbringing on the morals of adolescents in the Botang village is that adolescents show attitudes and behaviors that are in accordance with God’s will, namely being active in service, obedient to their parents, responsible, disciplined and do not violate the norms in society.
Abstrak
Orang tua tunggal (single mother) pastinya tidak akan mudah dalam menjalankan peran ganda, apalagi dalam mengajarkan moral terhadap anak remaja. Banyak cara yang dilakukan untuk membentuk moral yang baik diawali dari pola asuh yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari supaya remaja bisa memahami mana yang baik dan yang buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola asuh single mother terhadap pembentukan moral remaja usia 14-17 yang nantinya memberikan manfaat kepada keluarga Kristen untuk memperhatikan pola asuh dalam membentuk moral remaja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan studi pustaka. Kemudian menyajikan data, menganalisis data dengan mereduksi data serta menyimpulkan hasil penelitian. Lokasi penelitian bertempat di Kelurahan Botang, Kecamatan Makale, Sulawesi Selatan dengan menggunakan tiga informan single mother dan tiga informan anak remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan single mother terhadap remaja di Kelurahan Botang pola asuh tegas yang mendisiplinkan yang termasuk dalam pengasuhan otoriter dan pola asuh yang memandirikan dan tidak mengekang, yang termasuk kedalam pengasuhan demokratis. Hasil dari pengasuhan ini terhadap moral remaja di Kelurahan Botang adalah remaja menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan kehendak Tuhan yakni aktif dalam pelayanan, patuh terhadap orang tua, bertanggung jawab, disiplin serta tidak melanggar norma dalam masyarakat.
References
A.M. Mangunhardjana. (2021). Materi Pendidikan Karakter. PT Gramedia Pustaka Utama.
Ardhani, P. W. W. (2019). DAMPAK KEKERASAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SOSIAL ANAK. Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling, 5(8), 603–615.
Calvin Miller. (1989). Spirit, Word and Story. Word Publishing.
Dd, Mr, E. (2022). wawancara.
Dyah Hapsari Kirana Sari. (2004). Pola asuh Orangtua Tunggal.
Elizabeth B. Hurlock. (n.d.). Perkembangan Anak (Edisi 6). Erlangga.
Farida Harahap. (n.d.). Perkembangan Moral.
Hamid Patilama. (2011). Metode Penelitian Kualitatif”,. Alfabeta.
Husain, H., Sembiring, L. A., & Simon, S. (2021). Menerapkan Pola Pendidikan Perjanjian Baru pada Pendidikan Kristiani Masa Kini. REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 6(2).
IG Suwinta. (2015). Perbedaan Kemandirian Remaja SMA Antara yang Single Father dengan Single Mother Akibat Perceraian. Jurnal Psikologi Udayana, Vol.2(No.1).
Jaya Perkas. (2021). Aplikasi Amsal 22:6 dalam Pendidikan Keluarga. Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, Vol.2(No.1).
Jhon.M.Nainggalon. (2009). PAK Dalam Mayarakat Majemuk. Bina Media Informasi.
Kustiah Sunarty. (2016). Hubungan Pola Asuh Orangtua dan Kemandirian Anak. Jurnal of EST, Vol.2(No. 3).
Lilis Ermindyawati. (2020). Pengaruh Keuangan keluarga terhadap minat belajar Peserta didik. Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, Vol.2(No.2).
Maria Widiastuti. (2020). Prinsip Pendidikan Kristen Dalam Keluarga Menurut Ulangan 6: 4-9. Jurnal Pionir, Vol.6(No.2).
Maria Yuni Megarini. (2011). Ibu Memegang Peranan Penting Dalam Pendidikan Anak.
Mary, E. (2020). Implikasi Ulangan 5:16 Dalam Pendidikan Keluarga. Didache: Journal of Christian Education, 1(2), 141. https://doi.org/10.46445/djce.v1i2.331
Mohammad Ali dan Mohammad Asrori. (2004). Psikologi Remaja. Bumi Aksara.
N, Nn, W. (2022). wawancara.
Nurul Zuriah. (2008). Pendidikan Moral & Buid Pekerti dalam Perspektif Perubahan. Bumi Aksara.
Pratiwi. (2009). Panduan Penulisan Skripsi. Tugu Publisher.
Rahmi Pramulia Fitri, Y. O. (2019). Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Kenakalan Remaja pada Siswa-Siswi MAN 2 Model Kota Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Ibnu Sina (J-KIS), Vol.1(No.1).
Rizka Fadliah Nur. (2021). Pola Asuh Ibu Tunggal Dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Usia 4-6 Tahun Di Kecamatan Mijen Kota Semarang ( Studi Deskriptif Pada Tk Kinari, Tk Aba 45 Dan Tk Tarbiyatul Athfal 44 Semarang ). Journal for Gender Studies, Vol.13(No.1).
S Si T Suindri. (2020). Perbedaan Pengetahuan Remaja Sebelum dan Sesudah Diberikan Penyuluhan Tentang Gaya Pacaran Sehat Dengan Media Video. 12.
Salu, S. B. R. (2022). Implementasi Metode Pengajaran Berdasarkan Ulangan 6:4-9 bagi Perkembangan Spiritualitas Anak Usia Dini. Didache: Journal of Christian Education, 3(2), 107. https://doi.org/10.46445/djce.v3i2.544
Sembiring, L. A., & Simon, S. (2022). Kontribusi Pengajar Pendidikan Agama Kristen Dalam Membantu Pemulihan Traumatis Korban Pelecahan Seksual. Jurnal Shanan, 6(1), 25–44. https://doi.org/https://doi.org/10.33541/shanan.v6i1.3624
Setiawan, E. (2019). KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Siahaan, C., & Rantung, D. A. (2019). PERAN ORANGTUA SEBAGAI PENDIDIK DAN PEMBENTUK KARAKTER SPIRITUALITAS REMAJA. Jurnal Shanan, 3(2), 95–114. https://doi.org/10.33541/shanan.v3i2.1581
Singgih .D. Gunarsa. (2009). Psikologi untuk Keluarga. BPK Gunung Mulia.
Stenny Tilaar. (2020). Peran Orang Tua Anak PPA Dalam Mengembangkan Kehidupan Rohani Anak PPA ID-127 Usia 9-11 Tahun Berdasarkan II Timotius 3:14-17. Journal of Theology and Christian Education, Vol.1(No.2).
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Wibowo, T., Lee, E., Jeslyn, J., Tedjo, J. C., Kho, L., Hanty, N., Ozella, S., Slin, S., Stefanie, S., Novilia, V., & others. (2020). PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM DUNIA PENDIDIKAN ANAK. National Conference for Community Service Project (NaCosPro), 2(1), 323–331. https://doi.org/https://doi.org/10.37253/nacospro.v2i1.1201
Winda Aprilia. (2013). Resiliensi dan Dukungan Sosial pada Orang tua Tunggal (studi kasus pada ibu tunggal di Samarinda). Jurnal Ilmiah Psikologi, Vol.1(No.3).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Eka Pasolang, Steven Tommy Dalekes Umboh, Simon (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



