Strategi Ayah dalam Membangun Budaya Santun Anak di Keluarga Kristiani

Authors

  • Kosma Manurung STT Intheos Surakarta, Indonesia Author
  • Sudirman STAK Samarinda, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.55967/manthano.v2i1.64

Keywords:

anak santun, budaya santun, peran ayah, pola asuh

Abstract

Abstract

Polite children are highly desired, hoped for, also needed by parents, extended families, communities, and God's church. Good manners are important for children to have, apart from being a superior character associated with their social intelligence, they are also a surefire recipe for building and maintaining social relationships, and are very connected to the brightness of a child's future. This article is intended to examine the strategy of fathers in building cultural support for children in Christian families. The narrative qualitative method and literature review were chosen in working on this article with the hope of being able to get a strong, systematic meaning, and have an academic foundation when discussing biblical narratives about politeness, the importance of politeness for a child, and father's strategies in building a polite culture in children. It was concluded that a father will play an optimal role in building a culture of politeness in children when he makes himself the main channel of children's education, forbids it at the child's level of understanding and uses the child's love language, and makes himself the closest model of politeness that can be seen by children.

Abstrak

Anak yang santun sangat diinginkan, diharapkan, juga dibutuhkan baik oleh orang tua, keluarga besar, komunitas masyarakat, maupun gereja Tuhan. Sopan santun penting anak-anak miliki selain karena itu merupakan karaker unggul yang terafiliasi dengan kecerdasan sosialnya juga merupakan resep jitu dalam membangun dan mempertahankan hubungan sosial, serta sangat berkaitan dengan kecerahan masa depan anak. Artikel ini bermaksud mencermati strategi ayah dalam membangun budaya santun pada anak di keluarga Kristiani. Metode kualitatif naratif dan kajian literatur dipilih dalam mengarap artikel ini dengan harapan mampu mendapatkan makna yang kuat, sistimatik, dan memiliki landasan akademik ketika membahas terkait narasi Alkitab tentang kesantunan, arti penting kesantunan bagi seorang anak, dan strategi ayah dalam membangun budaya santun pada anak. Disimpulkan bahwa seorang ayah akan berperan maksimal dalam membangun budaya santun pada anak ketika menjadikan dirinya saluran utama dari pendidikan anak, mengajarkannya pada tingkat pemahaman anak dan menggunakan bahasa cinta anak, serta menjadikan dirinya role model kesantunan yang paling dekat yang bisa di lihat oleh anak.

References

Abdullah, Sarrah Hasyim, and Rose Mini Agoes Salim. 2020. “Parenting Style and Empathy in Children: The Mediating Role of Family Communication Patterns.” HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal 17(1): 34. http://journal.uad.ac.id/index.php/HUMANITAS/article/view/13126 (February 4, 2022).

Adiputri, Ratih D. 2019. Sistem Pendidikan Finlandia: Catatan Dan Pengalaman Seorang Ibu. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Bandura, Albert. 2019. “Applying Theory for Human Betterment.” Perspectives on Psychological Science 14(1): 12–15. http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1745691618815165 (February 24, 2022).

Byars, Ronald P. 2016. “Deuteronomy 6:1–15.” Interpretation: A Journal of Bible and Theology 60(2): 194–96. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/002096430606000206 (February 13, 2023).

Campbell, Stephen D. 2019. “The Surety of God’s Promises: A Theological Interpretation of Genesis 22.” Biblical Theology Bulletin: Journal of Bible and Culture 49(3): 123–31. http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0146107919852267 (March 3, 2022).

Chapman, Gary, and Ross Campbell. 2018. The 5 Love Languages of Children. Yogyakarta: ANDI Offset.

Dagan, Or, and Abraham Sagi-Schwartz. 2018. “Early Attachment Network with Mother and Father: An Unsettled Issue.” Child Development Perspectives 12(2): 115–21. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/cdep.12272 (April 10, 2022).

Darmawan, I Putu Ayub. 2019. “Pembelajaran Memorisasi Dalam Ulangan 6:6-9.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 3(1): 21. http://www.stttorsina.ac.id/jurnal/index.php/epigraphe (January 7, 2021).

Elan, Elan, Sumardi Sumardi, and Nosyanti Adya Safitri. 2022. “Karakter Tanggung Jawab Anak Usia 4-5 Tahun Dengan Pengasuhan Yang Melibatkan Ayah.” JURNAL PAUD AGAPEDIA 6(2): 154–60. https://ejournal.upi.edu/index.php/agapedia/article/view/52008.

Faizah, Reza Nur, Nur Fajrie, and Ratri Rahayu. 2021. “Sikap Sopan Santun Anak Dilihat Dari Pola Asuh Orang Tua Tunggal.” Jurnal Prasasti Ilmu 1(1): 13–18. https://jurnal.umk.ac.id/index.php/jpi/article/view/6062.

Finzi-Dottan, Ricky, and Nehama Gilerenter. 2018. “Ultraorthodox Jewish Fathers in Israel: Predictors of Involvement and Acceptance.” Journal of Family Issues 39(10): 2735–56. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0192513X18761118 (February 16, 2023).

Gardner, Howard. 2003. Multiple Intelligences. Batam: Interaksara.

Ginott, Haim G. 1965. Memesrakan Hubungan Anda Dan Anak Anda. Jakarta: Gramedia.

Goleman, Daniel. 2016. SOCIAL INTELLIGENCE. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Gottman, John, and Joan DeClaire. 2008. Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Gunarsa, Singgih D. 2016. Dasar & Teori Perkembangan Anak. Jakarta: Libri.

Hendi, Hendi. 2017. “Empat Peristiwa Penting Di Dalam Kehidupan Yusuf: Sebuah Kajian Terhadap Kecerdasan Yusuf.” DUNAMIS: Jurnal Penelitian Teologi dan Pendidikan Kristiani 2(1): 29. http://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis (November 30, 2020).

Immordino-Yang, Mary Helen, Linda Darling-Hammond, and Christina R. Krone. 2019. “Nurturing Nature: How Brain Development Is Inherently Social and Emotional, and What This Means for Education.” Educational Psychologist 54(3): 1–20. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/00461520.2019.1633924 (February 5, 2022).

Jones, Stephanie M., Michael W. McGarrah, and Jennifer Kahn. 2019. “Social and Emotional Learning: A Principled Science of Human Development in Context.” Educational Psychologist 54(3): 129–43. https://www.tandfonline.com/action/journalInformation?journalCode=hedp20 (February 5, 2022).

Khasanah, Berta Laili, and Pujiyanti Fauziah. 2020. “Pola Asuh Ayah Dalam Perilaku Prososial Anak Usia Dini.” Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 5(1): 909–22. https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/627 (February 21, 2022).

Kupers, Elisa, Andreas Lehmann-Wermser, Gary McPherson, and Paul van Geert. 2019. “Children’s Creativity: A Theoretical Framework and Systematic Review.” Review of Educational Research 89(1): 93–124. http://journals.sagepub.com/doi/10.3102/0034654318815707 (February 12, 2022).

Lase, Evasari Kristiani, and Friska Juliana Purba. 2020. “Alkitab Sebagai Sumber Pengetahuan Sejati Dalam Pendidikan Kristen Di Sekolah Kristen: Sebuah Kajian Epistemologi.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 4(2): 149–66. http://journal.stt-abdiel.ac.id/JA (May 28, 2022).

LASOR, W.S., D.A. HUBBARD, and F.W. BUSH. 2015. Pengantar Perjanjian Lama 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Lavoie, Jennifer, Sarah Yachison, Angela Crossman, and Victoria Talwar. 2016. “Polite, Instrumental, and Dual Liars: Relation to Children’s Developing Social Skills and Cognitive Ability.” International Journal of Behavioral Development 41(2): 257–64. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0165025415626518 (February 14, 2023).

Manurung, Kosma. 2021a. “Memitigasi Peran Orang Tua Di Keluarga Kristen Dalam Menanggulangi Dampak Disinformasi Dari Bingkai Teologi Pentakosta.” SABDA: Jurnal Teologi Kristen 2(1): 178–99. http://jurnalsttn.ac.id/index.php/SJT/article/view/18.

———. 2021b. “Mencermati Arti Penting Penggunaan Bahasa Cinta Anak Dalam Keluarga Kristen Di Era 5.0.” EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 2(1): 53–70. http://stak-pesat.ac.id/e-journal/index.php/edulead/article/view/53.

———. 2022a. “Memitigasi Peranan Ayah Dalam Menanamkan Ketekunan Pada Anak Usia Dini Di Keluarga Kristiani.” Real Kiddos Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 1(1): 1–17. https://ojs.sttrealbatam.ac.id/index.php/kiddos/article/view/232.

———. 2022b. “Mencermati Penggunaan Metode Kualitatif Di Lingkungan Sekolah Tinggi Teologi.” FILADELFIA Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3(1): 285–300. http://e-journal.sttimanuelpacet.ac.id/index.php/filadelfia/article/view/48.

———. 2023. “Menelisik Kontribusi Ayah Dalam Menanamkan Kesabaran Pada Anak Di Keluarga Kristen.” Jurnal Salvation 3(2): 89–100. http://jurnal.sttbkpalu.ac.id/index.php/salvation/article/view/66 (February 13, 2023).

Maximo, Sally I., and Jennifer S. Carranza. 2016. “Parental Attachment and Love Language as Determinants of Resilience Among Graduating University Students.” SAGE Open 6(1). https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/2158244015622800 (February 16, 2023).

Novianti Kiling-Bunga, Beatriks, Yohana Krista Eka Tafuli, Friandry Windisany Thoomaszen, and Indra Yohanes Kiling. 2017. “Persepsi Lurah Tentang Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Dan Pendidikan Anak Usia Dini.” VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal 12(1): 9–18. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jiv/article/view/2799 (February 16, 2023).

Pardede, Rio Janto, Yatmini Yatmini, and Martinus Metboki. 2021. “Joseph’s Personal Spirituality and Adversity Quotient Based on Genesis 37-50: A Content Analysis of Literature.” Analisa: Journal of Social Science and Religion 6(02): 147–64. https://journal.blasemarang.id/index.php/analisa/article/view/1427 (February 2, 2023).

Rachmawati, Fanny Risanti, Sumardi Sumardi, and Heri Yusuf Muslihin. 2022. “Penanaman Sikap Sopan Santun Anak Usia Dini Melalui Pola Asuh Keluarga.” JURNAL PAUD AGAPEDIA 6(2): 175–81. https://ejournal.upi.edu/index.php/agapedia/article/view/52011.

Schaller, Mark. 2018. “The Parental Care Motivational System and Why It Matters (for Everyone).” Current Directions in Psychological Science 27(5): 295–301. http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0963721418767873 (February 7, 2022).

Schnittjer, Gary Edward. 2015. THE TORAH STORY. Malang: Gandum Mas.

Schwartz, Harvey. 2019. “Jacob and Joseph, Judaism’s Architects and Birth of the Ego Ideal.” Journal of the American Psychoanalytic Association 67(5): 909–13. http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0003065119885082 (February 9, 2022).

Sonek, Kris. 2019. “The Abraham Narratives in Genesis 12–25.” Currents in Biblical Research 17(2): 158–83. http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1476993X18809846 (March 7, 2022).

Strinati, Dominic. 2022. Populer Culture Pengantar Menuju Teori Budaya Populer. Jakarta: Narasi.

Turney, Kristin, and Rebecca Goodsell. 2018. “Parental Incarceration and Children’s Wellbeing.” The Future of Children 28(1): 147–64. https://www.jstor.org/stable/26641551?Search=yes&resultItemClick=true&searchText=(education) AND (Children education)&searchUri=%2Faction%2FdoBasicSearch%3FQuery%3DChildren%2Beducation%26so%3Drel%26efqs%3DeyJjdHkiOlsiYW05MWNtNWhiQT09Il0sImRpc2MiOltdfQ%253.

Wahono, S. Wismoady. 2013. Di Sini Kutemukan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Published

2023-03-21

Issue

Section

Articles

How to Cite

Strategi Ayah dalam Membangun Budaya Santun Anak di Keluarga Kristiani. (2023). Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen, 2(1), 18-30. https://doi.org/10.55967/manthano.v2i1.64