Iman dan Logika dalam Pendidikan Agama Kristen: Fondasi Holistik untuk Pembentukan Karakter Naradik
DOI:
https://doi.org/10.55967/manthano.v5i1.69Keywords:
Faith, Logic, Christian Education, Christian Character, Iman, Logika, Pendidikan Kristen, Karakter KristianiAbstract
Abstract: This paper discusses the importance of faith and logic in Christian Religious Education as a strategic approach to face the challenges of the times. On the other hand, logic is a critical thinking tool that is very important to help students understand, evaluate, and apply the teachings of faith in its entirety. The separation of the two can give rise to two extremes: blind fanaticism that rejects critical thinking, and academic scepticism that ignores spiritual values. This paper also reviews faith and reason, complementing each other. The principle of "credo ut intelligam" (I believe that I understand) is the basis of this approach. The background of this study lies in the tendency of dichotomy that separates faith as the spiritual realm and logic as the rational realm, thus having an impact on the formation of incomplete characters. The main question of this research is how faith and logic can be a holistic foundation in shaping the Naradic character in PAK. This research uses a qualitative approach with theological and pedagogical literature study methods, as well as conceptual analysis. The results of the study show that faith and logic produce a reflective-critical learning model that encourages students to have a narrator character. able to interpret reality with faith as well as rationally, and ethically responsible in personal and social life.
Abstrak: Tulisan ini membahas pentingnya antara iman dan logika dalam Pendidikan Agama Kristen sebagai pendekatan strategis untuk menghadapi tantangan zaman. Di sisi lain, logika adalah alat berpikir kritis yang sangat penting untuk menolong peserta didik memahami, mengevaluasi, dan mengaplikasikan ajaran iman secara utuh. Pemisahan keduanya dapat menimbulkan dua ekstrem fanatisme buta yang menolak berpikir kritis, dan skeptisisme akademik yang mengabaikan nilai-nilai spiritual. Tulisan ini juga meninjau iman dan nalar saling melengkapi. Prinsip “credo ut intelligam” (aku percaya supaya aku mengerti) menjadi dasar pendekatan ini. Latar belakang kajian ini terletak pada kecenderungan dikotomi yang memisahkan iman sebagai ranah spiritual dan logika sebagai ranah rasional, sehingga berdampak pada pembentukan karakter yang tidak utuh. Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana iman dan logika dapat menjadi fondasi holistik dalam membentuk karakter naradik dalam PAK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur teologis dan pedagogis, serta analisis konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman dan logika menghasilkan model pembelajaran reflektif-kritis yang mendorong peserta didik memiliki karakter naradik. mampu menafsir realitas secara iman sekaligus rasional, serta bertanggung jawab secara etis dalam kehidupan personal dan sosial.
References
Arifianto, Y. A. (2020). Kajian Biblikal tentang Manusia Rohani dan Manusia Duniawi. Jurnal Teruna Bhakti, 3(1), 12–24.
Aritonang, A. (2024). Iman, Rasio dan Kebenaran. Voice of HAMI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 6(2), 108–112.
Armstrong, K. (2014). Masa Depan Tuhan: Sanggahan terhadap Fundementalisme dan Atheisme. Mizan Pustaka.
ARRINGTON, F. L. (2015). Doktrin Kristen Perspektif Pentakosta. ANDI Offset.
Gulo, E., Laia, D., & Lawalata, M. (2024). Peran Logika dalam Prespektif Iman Kristen: Tantangan dan Manfaat. Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama, 2(3), 133–147.
Gulo, R. P., & Hia, Y. (2024). Logika Relevans dan Apologetika Kristen: Membangun Argumen yang Logis dan Pasti. MEDIA: Jurnal Filsafat Dan Teologi, 5(2), 235–250.
Gulo, R. P., Zai, N., & Balukh, S. D. (2025). Integrasi Logika Kritis dalam Pendidikan Agama Kristen: Membangun Iman yang Rasional di Era Digital. SOPHIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 6(1), 38–55.
Hendrik Legi. (2020). Metode Mengajar Pendidikan Agama Kristen. Edu Publisher.
Kobong, T. (n.d.). Iman dan Kebudayaan. BPK Gunung Mulia.
Legi, H., & Keriapy, F. (2022). Pendidikan Agama Kristen sebagai Sebuah Usaha Menumbuhkan Sikap Toleransi. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 4(2), 187–198.
Lengkong, S. (2023). Kolaborasi Iman dan Logika: Interpretasi Perempuan Kanaan di Dalam Matius 15: 22-28. Manna Rafflesia, 9(2), 169–181.
Lo, Y. W. (2014). Natur Dan Peran Rasio Dalam Apologetika Kristen. Jurnal Amanat Agung, 10(1), 73–102.
Manurung, K. (2021). Strategi Orang Tua Kristen Dalam Membangun Disiplin Anak. VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN, 3(1), 22–39. https://doi.org/10.35909/visiodei.v3i1.177
Marde Christian Stenly Mawikere. (2016). Pandangan Teologi Reformed Mengenai Doktrin Pengudusan dan Relevansinya Pada Masa Kini. In JURNAL JAFFRAY.
Nggiri, K. M., Samol, A., Krisna, M., & Bune, N. (2024). Efektivitas Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Pertumbuhan Iman Siswa. Vox Veritatis: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3(2), 72.
Pakala, S. (2022). Logika Yesus Menghantar Pemahaman Iman Yang Benar,(Kajian Apologetis: Yesus Irasional Dalam Memandang Perempuan Kanaan (Matius 15: 21-28). Dalam Jurnal Open Science Framework (OSF)--Preprints.
Payer, M., Missa, A., Putrawan, B. K., & others. (2022). Pandangan Martin Luther Tentang Pembenaran Oleh Iman Dalam Yakobus 2: 14-26. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 6(2), 162–172.
Riawan, R., & Lawalata, M. (2024). Filsafat Dan Iman: Memahami Kebenaran Mutlak Dalam Teologi Kristen. Jurnal Silih Asah, 1(2), 23–35.
Rosyada, D. (2014). Pendidikan multikultural di Indonesia sebuah pandangan konsepsional. SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 1(1), 1–12.
Sproul, R. C. (2002). Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen (Cetakan Ke). Departemen Literatur SAAT.
Suanglangi, H. (2004). Iman Kristen Dan Akal Budi.
Tatang, J., Deak, V., Chukwu, S., & Sihombing, D. (2022). Peran logika dalam tindakan iman dan relevansinya dalam kehidupan kekristenan. Journal of Industrial Engineering & Management Research, 3(3), 239–252.
Tlonaen, T., Nggiku, A., Tungkup, H. L., Magdalena, E., Mooy, T. M. K. R. R., Kurung, W. M., Tari, E., & others. (n.d.). Diskursus Filsafat Teologi: Meneropong Manusia dan Sesama. Penerbit Adab.
Wijaya, R. K., Wakkary, A. M. F., Wungow, J., Goni, M. D., & others. (2023). Studi Apologetika Eksistensi Allah Sebagai Yang Ada Melalui Argumen Sains, Filsafat, dan Teologi. RHEMA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika, 8(2), 55–67.
Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167



